06 February 2026 – Harga bitcoin turun tajam dan mencatat penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir, dengan harga bitcoin turun di bawah level $65.000 per unit, menjadi titik terlemahnya sejak Oktober 2024 menurut data pasar kripto global. Penurunan ini dipicu oleh tekanan jual besar-besaran dan sentimen risiko di pasar keuangan global.
Pergerakan harga di sesi perdagangan terakhir menunjukkan BTC mengalami koreksi lebih dari 12% dalam sepekan, mencerminkan volatilitas yang terus tinggi di pasar aset digital. Penurunan ini juga menghapus hampir semua keuntungan yang diraih oleh Bitcoin sejak awal tahun lalu, saat kripto sempat mencetak rekor tertinggi di atas $120.000.
Beberapa analis pasar menilai aksi jual ini dipengaruhi oleh meluasnya sentimen risk-off di antara investor global, di mana unit-unit kripto dianggap aset berisiko saat terjadi gejolak pada pasar saham dan suku bunga. Likuidasi posisi leverage juga memperburuk tekanan jual, memaksa sebagian pemegang mengurangi kepemilikan mereka untuk menahan kerugian lebih jauh.
Selain itu, data on-chain terbaru menunjukkan bahwa investor besar mulai mengurangi bagian kepemilikan mereka dalam total suplai yang beredar, menunjukan pergeseran strategi portofolio di tengah kondisi pasar yang rapuh. Kondisi ini diperkirakan memperpanjang fase tekanan harga Bitcoin dalam jangka pendek. Binance
Di tengah koreksi tajam ini, sebagian pasar mulai mencatat rebound ringan pada sesi Jumat pagi setelah menyentuh titik terendah sekitar $60.000, meskipun harga masih jauh di bawah level psikologis penting. Para pelaku pasar kini mengamati arus masuk dan keluar dana institusional serta indikator risiko global untuk melihat apakah Bitcoin dapat menemukan kembali momentum stabilnya.
Dengan tekanan jual yang masih dominan dan sentimen global yang berhati-hati, perkembangan harga Bitcoin dalam beberapa hari ke depan dinilai tetap rentan terhadap dinamika risiko pasar keuangan yang lebih luas.