Syracusebroadband.org – Rencana latihan tempur gabungan Ulchi Freedom Shield antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) yang melibatkan 46.500 tentara mendapat respons keras dari Korea Utara. Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan bahwa mereka akan mengambil langkah pencegahan yang lebih tegas jika latihan tersebut tetap dilanjutkan.
Latihan ini dijadwalkan berlangsung dari 17 hingga 27 Agustus 2023 dan akan diikuti oleh 18.000 personel militer dari Korsel serta 28.500 anggota dari militer AS. Manuver ini merupakan bagian dari agenda tahunan untuk memastikan kesiapan kedua negara dalam menghadapi potensi ancaman dari Korea Utara, yang dikenal memiliki program senjata nuklir.
Korea Utara mengecam latihan tersebut, yang mereka sebut sebagai “gladi resik invasi.” Sebagai respons, Korut telah meluncurkan rudal balistik ke Laut Jepang sebagai demonstrasi penolakannya terhadap rencana tersebut. Kementerian Luar Negeri Korut menegaskan, “Kami akan merespons ancaman baru dengan langkah pencegahan yang setara.”
Latihan Ulchi Freedom Shield mengedepankan kerja sama antara AS dan Korsel dalam menghadapi situasi keamanan yang kian menegang di kawasan tersebut. Keduanya menekankan pentingnya pertahanan yang solid, khususnya mengingat perkembangan program nuklir di Korut.
Meskipun latihan ini merupakan kegiatan rutin, ketegangan yang ditimbulkan menunjukkan betapa rapuhnya situasi keamanan di Semenanjung Korea. Pejabat tinggi dari kedua negara berharap agar latihan ini dapat meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan militernya, sambil terus memantau setiap tindakan dari Korut yang berpotensi meningkatkan ketegangan.