Syracusebroadband.org – Pemerintah Indonesia memperkuat pengembangan food estate di Kalimantan Tengah untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan inisiatif ini melibatkan manajemen risiko lintas sektor yang bertujuan meningkatkan efektivitas dan mempercepat swasembada pangan di wilayah tersebut.
Dalam keterangan pers di Jakarta baru-baru ini, Hanif menjelaskan bahwa proyek Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KPEAN) di Kalimantan Tengah bertujuan untuk menutupi kekurangan yang terlihat dalam proyek sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa sejak 1995 hingga saat ini, program serupa belum memberikan hasil yang memuaskan, dan pemerintah bertekad untuk memastikan keberhasilan kali ini.
Pengembangan food estate ini melibatkan kolaborasi antara beberapa kementerian seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, serta Kejaksaan Agung. Proyek ini juga akan diarahkan pada lahan non-hutan yang telah dievaluasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk memastikan keberlanjutannya.
Dalam kebijakan ini, pemerintah tidak hanya memfokuskan pengembangan di Papua Selatan, tetapi juga di empat provinsi lainnya, termasuk Sumatra Utara dan Sumatra Selatan. Setiap lokasi ditargetkan untuk menghasilkan komoditas yang sesuai dengan karakteristik lahan masing-masing; di Kalimantan Tengah, fokus utamanya adalah pada produksi padi dan singkong.
Hanif menekankan pentingnya pendekatan serius dalam merealisasikan program swasembada pangan seperti yang telah dicita-citakan dalam nawacita Presiden. Upaya ini akan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam jangka waktu mendatang.