07 April 2026 – Tes kemampuan akademik menjadi perhatian pada pekan ini setelah pelaksanaan hari pertama untuk jenjang SMP digelar pada 6 April 2026. Kemendikdasmen menyatakan pelaksanaan berlangsung kredibel dan lancar. Sebelumnya, tahapan pendaftaran telah ditutup dan lebih dari 4,2 juta murid SMP terdata untuk mengikuti rangkaian persiapan nasional, termasuk simulasi dan gladi bersih.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan pengawas yang melanggar aturan akan dikenai sanksi tegas. Bentuk pelanggaran yang menjadi perhatian mencakup merekam aktivitas ujian, merokok di sekitar ruang tes, hingga membantu peserta mengerjakan soal. Ia menegaskan nama pengawas yang melanggar dapat di-blacklist dan tidak lagi dilibatkan pada penyelenggaraan berikutnya. Antara News
Pada hari pertama, peserta mengerjakan Matematika dan numerasi sebanyak 30 soal selama 75 menit, lalu melanjutkan survei karakter selama 20 menit. Abdul Mu’ti juga meminta pengawas dan sekolah tidak mengintimidasi peserta, agar murid tetap nyaman dan fokus saat mengikuti tes. Pesan itu dinilai penting untuk menjaga suasana ujian tetap tertib sekaligus ramah bagi peserta.
Dari sisi kebijakan, TKA tidak diposisikan sebagai penentu kelulusan, melainkan instrumen untuk membaca capaian belajar murid secara lebih terstandar. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Toni Toharudin, menyebut pelaksanaan TKA SMP menghasilkan data terintegrasi yang mencakup numerasi, literasi, karakter, lingkungan belajar, dan kemampuan akademik itu sendiri.
Sebelumnya, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menjelaskan gladi bersih digelar untuk memastikan kesiapan sistem, prosedur, dan koordinasi petugas mendekati kondisi pelaksanaan sesungguhnya. Pemerintah juga menyiapkan jadwal TKA susulan pada 11–17 Mei bagi sekolah terdampak bencana atau peserta yang berhalangan karena keadaan tertentu. Dengan skema itu, layanan asesmen diharapkan tetap menjangkau peserta tanpa mengabaikan integritas pelaksanaan.