Syracusebroadband.org – Realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor perumahan mencapai Rp14 triliun hingga 29 April 2026. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam rapat yang digelar dengan Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, di Jakarta. Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan progres yang signifikan dalam upaya menyediakan hunian bagi masyarakat.
Sri Haryati juga mengungkapkan bahwa dalam rapat tersebut, pemetaan lahan untuk program perumahan menjadi salah satu fokus diskusi. Pemetaan ini dilakukan bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, yang menyampaikan daftar lahan yang berpotensi digunakan untuk perumahan. “Kami akan membentuk tim survei untuk menentukan lahan prioritas yang bisa dimanfaatkan,” katanya.
Lebih jauh, Sri menginformasikan bahwa rapat itu juga membahas kota satelit. Terdapat keterlibatan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam kajian awal mengenai desain tata ruang kota-kota satelit. Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap masalah backlog perumahan dan kebutuhan sarana-prasarana di kota-kota tersebut.
Tim survei yang dibentuk nantinya akan mengidentifikasi lahan yang menjadi prioritas serta merencanakan skema yang tepat untuk mewujudkan program-program perumahan. Dengan pencapaian yang cukup signifikan ini, Kementerian PKP berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak dan terjangkau.