[original_title]

Pakar IPB Sebut DSI Sebagai Alat Perbaikan Ekspor RI

Syracusebroadband.org – Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) diharapkan dapat menjadi alat untuk memperbaiki tata kelola ekspor Indonesia, menurut Profesor Sahara dari IPB University. Dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, ia menekankan pentingnya pemanfaatan DSI untuk meningkatkan transparansi dalam transaksi ekspor, penetapan harga, serta hasil ekspor.

Presiden Prabowo Subianto, dalam Pidato Kenegaraan 2026, menekankan bahwa DSI bertujuan untuk mengurangi praktik buruk seperti under-invoicing dan transfer pricing. Sahara menyetujui pendapat presiden mengenai praktik under-invoicing yang masih marak di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa transparansi adalah kunci untuk mencapai tujuan DSI yang lebih luas, termasuk memastikan bahwa harga ekspor sesuai dengan harga pasar dan mengoptimalkan penerimaan devisa negara.

Sahara menambahkan pentingnya kejelasan dalam implementasi DSI untuk semua pemangku kepentingan. Ia menunjukkan bahwa belum ada informasi jelas tentang bagaimana DSI akan dioperasikan, apakah sebagai layer tambahan dalam sistem ekspor atau sebagai alat untuk meningkatkan pengelolaan ekspor secara keseluruhan. Hal ini, menurutnya, berpotensi mempengaruhi kontrak yang sudah ada antara pengusaha dan pembeli asing.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga mengungkap potensi tambahan pendapatan negara sebesar 5 miliar dolar AS melalui pengawasan aktivitas ekspor. DSI berencana untuk memperluas cakupan pengawasan hingga 50 pelabuhan di 25 provinsi dan mencakup lebih banyak komoditas unggulan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan memperkuat tata kelola sektor ekspor Indonesia.

Baca Juga  Prabowo: Kunjungan Presiden Peru ke Indonesia adalah Momen Bersejarah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top