[original_title]

Malang Diakui UNESCO sebagai Daerah Ekosistem Kreatif

Syracusebroadband.org – Kota Malang, Jawa Timur, diakui oleh UNESCO sebagai Kota Kreatif dalam bidang Media Arts, menurut pernyataan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Pengakuan ini menunjukkan potensi Kota Malang dalam mengembangkan talenta serta ekosistem kreatif yang berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Riefky menegaskan bahwa kolaborasi antara komunitas, akademisi, pemerintah, dan media sangat penting dalam memberikan kontribusi ekonomi, terutama bagi pelaku kreatif. Ia berharap bahwa dengan adanya inovasi dan teknologi, potensi yang ada dapat menghasilkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja baru.

Menteri Riefky juga mengingatkan pentingnya menjaga regenerasi talenta serta memastikan Malang Creative Center (MCC) menjadi fokus pengembangan kreativitas dan kewirausahaan. Dalam konteks ini, ia mengapresiasi Festival Mbois 11 yang bertema “Malang Menyala” yang diadakan pada 21-23 Agustus 2026. Festival ini menjadi ajang bertemunya ide, talenta, pasar, dan investasi, dengan harapan karya kreatif tidak hanya dipamerkan tetapi juga dikomersialisasikan.

Festival Mbois 11 menargetkan lebih dari 20.000 pengunjung serta 500 pelaku kreatif, dengan potensi transaksi ekonomi mencapai Rp50 hingga Rp150 miliar. Ketua Pelaksana Gedeon Soerja menyampaikan rasa bangga atas dukungan Menteri Ekraf, berharap festival ini menjadi wadah integrasi antar komunitas dan penguatan posisi Malang sebagai Living Media City.

Festival ini juga menjadi bagian dari upaya nasional untuk mengembangkan ekonomi kreatif sesuai dengan Perpres Nomor 37 Tahun 2026, yang mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sektor ini.

Baca Juga  Bali United dan Persijap Jepara Berakhir Imbang Tanpa Gol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top