Syracusebroadband.org – Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) sedang menjajaki peluang kolaborasi dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) serta Regional Office for Southeast Asia and the Pacific untuk memperkuat penegakan hukum. Dekan Unhas, Hamzah Halim, menyatakan bahwa upaya ini bertujuan untuk memperluas jaringan akademik sekaligus menyelaraskan kapasitas pendidikan dan penelitian hukum dengan kebutuhan penegakan hukum.
Pertemuan antara pihak Unhas dan UNODC berlangsung di Bangkok, Thailand, pada Rabu, di mana banyak potensi kolaborasi dibahas, termasuk program magang mahasiswa, pelatihan profesional, penelitian bersama, seminar, dan pertukaran akademik. Halim menekankan pentingnya keterlibatan ahli dan pejabat UNODC dalam kegiatan akademik di Unhas, baik sebagai dosen tamu maupun pelatih.
Unhas juga memperkenalkan Research Center for Prosecution yang telah ada selama lebih dari sepuluh tahun, sebagai wadah pengembangan studi di bidang penuntutan dan penegakan hukum. Selain itu, diperkenalkan pula Research Center for Police Forces yang baru diresmikan untuk meningkatkan kapasitas riset di bidang kepolisian.
Halim berharap kolaborasi ini tidak hanya membangun hubungan kelembagaan, tetapi juga menciptakan manfaat bagi mahasiswa, dosen, peneliti, serta lembaga penegak hukum. Sebagai langkah lanjut, Unhas mengundang tim UNODC untuk berkunjung ke Makassar guna mendiskusikan prioritas kerja sama ke depan.
UNODC adalah organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memiliki mandat membantu negara anggota dalam menghadapi persoalan narkotika, kejahatan, dan terorisme, serta memperkuat sistem peradilan pidana di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.