Syracusebroadband.org – Antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) di Makassar, Sulawesi Selatan, telah berhasil terurai berkat berbagai inovasi yang diterapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa kolaborasi antara Kementerian ESDM, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta pemerintah daerah Sulawesi Selatan menjadi kunci keberhasilan ini.
Laode menjelaskan bahwa selama proses penanganan, pihaknya menemukan praktik penimbunan yang menyebabkan antrean panjang. Salah satu solusi yang diambil adalah memodifikasi tangki minyak untuk menambah kapasitas muatan hingga 75 persen. Saat ini, pihak terkait tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai modus penimbunan ini.
Sementara itu, Komisaris Independen PT Pertamina Patra Niaga, Prabunindya Revta Revolusi, menyatakan bahwa layanan distribusi BBM di Makassar sudah mulai normal. Peninjauan dilakukan pada 15 September untuk memastikan kesiapan sarana dan kelancaran penyaluran kepada masyarakat. Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pasokan dengan meningkatkan pengiriman BBM dari kapal ke depot dan menambah armada tangki.
Langkah-langkah yang diambil dalam penanganan ini menunjukkan hasil positif, dengan sejumlah SPBU mulai beroperasi secara kondusif. Pertamina juga memperpanjang jam operasional penyaluran dari depot untuk mempercepat distribusi ke lembaga penyalur. Dengan pelaksanaan rencana yang matang, diharapkan situasi BBM di Makassar akan semakin stabil dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.