Syracusebroadband.org – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan penyesuaian ulang atau re-scoping terhadap proyek Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali. Hal ini diungkapkan oleh Ni Komang Rasminiati, PLT. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Jumat. Proyek yang awalnya direncanakan membentang sepanjang 90 km ini akan disesuaikan menjadi sekitar 42 km, menghubungkan Pekutatan dengan Mengwi.
Re-scoping ini diharapkan dapat meningkatkan kelayakan proyek dengan menurunkan biaya modal (capex). Komang menjelaskan bahwa kajian kelayakan proyek sedang dilakukan untuk memastikan semua aspek terpenuhi. Penyiapan dokumen seperti analisis dampak lingkungan (AMDAL) dan analisis dampak lalu lintas (ANDALALIN) menjadi fokus utama kementerian saat ini.
Ketika seluruh dokumen sudah siap, Kementerian PU berencana segera melaksanakan proses lelang untuk proyek ini. Proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi akan terbagi menjadi tiga seksi: Seksi 1 menghubungkan Gilimanuk dan Pekutatan sepanjang 54,7 km; Seksi 2 menghubungkan Pekutatan dan Soka sepanjang 23,17 km; dan Seksi 3 yang menghubungkan Soka dan Mengwi dengan panjang 18,9 km.
Toll jalan ini akan melintasi tiga kabupaten, 13 kecamatan, dan 58 desa, dengan empat desa di Bali direncanakan sebagai area istirahat terpadu. Masing-masing akan memiliki konsep berbeda, seperti Jembrana yang menonjolkan kearifan lokal, serta Soka yang menawarkan suasana pedesaan. Diharapkan, pembangunan jalan tol kedua di Bali ini akan memangkas waktu tempuh antar kabupaten, memperlancar konektivitas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.