Syracusebroadband.org – Pasokan gas alam cair (LNG) global mengalami penurunan sekitar 20% akibat konflik di Iran yang berdampak signifikan pada pasar energi dunia. Menurut laporan yang dirilis oleh Badan Energi Internasional (IEA), gangguan distribusi melalui Selat Hormuz telah menyebabkan penurunan produksi LNG dan merubah tren pasar dari pertumbuhan menuju kontraksi yang tajam.
IEA mengungkapkan bahwa setiap bulan tanpa pengiriman LNG melalui Selat Hormuz menyebabkan kehilangan pasokan sekitar 10 miliar meter kubik. Hal ini memaksa lembaga untuk merevisi prospek permintaan di wilayah-wilayah utama pengimpor. Situasi ini diperparah oleh kenaikan harga, kondisi cuaca yang tidak menguntungkan, serta kebijakan penghematan energi di berbagai negara.
Penurunan tersebut sangat kontras dengan puncak pertumbuhan yang hampir mencapai 17% pada bulan Januari 2023. Permintaan LNG di pasar-pasar utama mengalami penurunan drastis, yang mengakibatkan beberapa negara Asia yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah menerapkan langkah-langkah penghematan dan penggantian bahan bakar alternatif untuk meminimalkan penggunaan gas.
IEA menyebutkan bahwa 32 negara anggota dan 13 negara asosiasi juga terkena dampak dari dinamika ini. Penurunan pasokan LNG berpotensi menambah ketidakpastian di pasar energi global yang sudah bergejolak. Oleh karena itu, penting bagi negara-negara pengimpor untuk mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang guna memastikan stabilitas pasokan energi di masa depan.