[original_title]

Karhutla Bromo Meluas hingga 742 Hektare, Water Bombing Ditingkatkan

Syracusebroadband.org – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, telah meluas mencapai 742 hektare. Upaya pemadaman api kini ditingkatkan dengan pengerahan tiga helikopter serta tim darat yang terdiri dari beberapa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan.

Menurut Satriyo Nurseno, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, kondisi kebakaran yang terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026, menunjukkan perkembangan yang serius, dengan api yang mulai merembet hingga ke pemukiman warga. Tim pemadam kini memfokuskan upaya mereka di area yang dikenal dengan P30 dan Lembah Dingklik.

Kondisi cuaca di sekitar Gunung Bromo pada hari tersebut dilaporkan cerah, dengan arah angin yang berkecepatan kurang dari 5 kilometer per jam, memfasilitasi usaha pemadaman. Tim gabungan dari berbagai BPBD di wilayah setempat, serta dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polri, bekerja sama untuk memadamkan api melalui jalur darat dan udara.

Saat ini, operasi water bombing dilakukan lebih difokuskan pada daerah B30, dengan tujuan menanggulangi titik-titik api yang terlihat dari asap yang muncul. Pelaksanaan water bombing akan disesuaikan dengan kondisi cuaca agar keselamatan penerbangan tetap terjaga. Selain itu, pengisian bahan bakar untuk helikopter akan dilaksanakan di Ranu Pani dan Ranu Regulo, guna memastikan efektivitas pemadaman.

Satriyo menegaskan pentingnya koordinasi antar lembaga dan penggunaan teknologi pemantauan seperti drone dalam mempercepat penanganan kebakaran ini. Dukungan logistik dan penyediaan bahan bakar menjadi tanggung jawab BPBD Provinsi Jawa Timur, demi menjaga keselamatan dan efektivitas operasional tim di lapangan.

Baca Juga  IHSG Menguat pada Penutupan, Sektor Energi Terdepan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top