Syracusebroadband.org – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkomitmen untuk memperluas pasar global bagi ekosistem agroindustri kemiri di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui peluncuran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Special Mission Vehicle (SMV) pada Kamis di Mataram. Program ini bertujuan untuk memberdayakan ekosistem agroindustri komoditas kemiri di NTB, diinisiasi oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Direktur Pelaksana LPEI, Sukarmo Patmo Sukarso, menyatakan bahwa lembaganya berkomitmen untuk memperkuat perekonomian daerah dengan fokus pada pengembangan industri kemiri yang lebih unggul dan berkelanjutan. Peluncuran program ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara LPEI dan Pemerintah Provinsi NTB, yang dihadiri Gubernur NTB beserta jajaran direksi lembaga pembiayaan ekspor.
Inisiatif ini diharapkan dapat mengintegrasikan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) petani dan membuka akses pasar baru untuk komoditas kemiri. Sukarmo menambahkan bahwa SMV Kementerian Keuangan akan memberikan dukungan dalam bentuk sarana pascapanen, alat penunjang produk, dan peningkatan kapasitas bagi petani.
Kontribusi ini melibatkan kolaborasi lintas instansi dengan koordinasi Kemenkeu, di mana sejumlah perusahaan, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, akan berperan dalam pengembangan bibit dan pelatihan petani. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyambut baik program strategis ini dan berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus ditingkatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal serta daya saing produk NTB di pasar internasional.