[original_title]

Iran Anggap Komitmen Trump untuk Gencatan Senjata Sangat Lemah

Syracusebroadband.org – Iran menilai komitmen Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap gencatan senjata sangat minim. Ebrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, menyatakan bahwa Trump kembali menunjukkan ketidakpatuhannya terhadap prinsip negosiasi dan gencatan senjata setelah serangan terbaru yang dilancarkan oleh AS.

Dalam pernyataannya melalui akun X, Azizi menegaskan bahwa serangan tersebut terjadi di tengah perundingan yang sedang berlangsung. Ia mengingatkan bahwa tindakan AS dapat berujung pada kemunduran dan penyesalan, serta mencatat bahwa saling menyalahkan tidak lagi membawa solusi yang efektif.

Serangan tersebut dilaporkan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), yang menyatakan bahwa mereka telah menyerang fasilitas penyimpanan rudal, drone, serta radar di pantai Iran pada 26 Juni. Tindakan ini diambil sebagai respons terhadap dugaan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz sehari sebelumnya. Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump mengklaim bahwa Iran meluncurkan empat drone serang yang membahayakan kapal-kapal di selat tersebut, dengan tuduhan melanggar gencatan senjata yang telah disepakati.

Kejadian ini semakin serius mengingat Iran dan AS sedang berupaya menyelesaikan nota kesepahaman (MoU) terkait gencatan senjata yang menghentikan konflik yang dimulai AS-Israel terhadap Iran sejak akhir Februari. MoU, yang mulai berlaku pada 18 Juni, diharapkan bisa menjadi titik terang dalam mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran serta pencabutan sanksi oleh AS. Proses ini diharapkan akan berlanjut dengan perundingan yang lebih konstruktif dalam waktu 60 hari ke depan.

Baca Juga  Semifinal BWF Dunia 2025: Putri KW Tereliminasi, Malaysia Melaju ke Final!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top