[original_title]

IHSG Menguat Meski Bursa Asia Mengalami Penurunan

Syracusebroadband.org – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penguatan pada Selasa sore, mengakhiri perdagangan di posisi 9.134,70, naik 0,83 poin atau 0,01 persen. Penguatan ini terjadi di tengah ketidakpastian yang melanda bursa saham di kawasan Asia.

Menurut analisis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG mendapatkan dorongan dari potensi momentum yang dikenal dengan istilah “January Effect”. Namun, pelaku pasar juga mulai bersiap-siap menjelang keputusan suku bunga acuan yang akan diambil oleh Bank Indonesia (BI) pada 20-21 Januari 2026. Kebijakan ini penting untuk memantau stabilitas nilai tukar rupiah serta kebijakan moneter dan makroprudensial.

Sementara itu, terjadi penurunan di bursa saham kawasan Asia, di mana sejumlah pasar melemah akibat ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memberlakukan tarif baru terhadap negara-negara Eropa. Kenaikan tarif ini dapat memicu ketegangan perdagangan, yang menjadi perhatian pasar global.

Di Jepang, ketidakpastian politik juga mengemuka setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi mengumumkan rencana untuk membubarkan parlemen. Sementara itu, Bank Sentral China mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,0 persen, sejalan dengan ekspektasi pasar yang menginginkan stimulus yang lebih selektif di tengah perlambatan ekonomi.

Dalam perdagangan hari ini, delapan sektor menunjukkan penguatan, dengan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 2,49 persen. Di sisi lain, sektor transportasi dan logistik mengalami penurunan terdalam. Jumlah transaksi saham mencapai 3.942.175 kali, dengan nilai trading mencapai Rp29,78 triliun.

Situasi ini menunjukkan bahwa IHSG, meski menghadapi tantangan eksternal, tetap berhasil mengukir posisi positif di tengah ketidakpastian yang ada.

Baca Juga  Pebulu Tangkis Denmark Cinta Mi Instan, Jajaki Warmindo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top