[original_title]

Awak Antariksa China Selesaikan Penelitian Misi Jangka Panjang

Syracusebroadband.org – Para awak stasiun antariksa Shenzhou-23 milik China telah menyelesaikan penilaian pengambilan keputusan dalam situasi darurat serta pengujian kondisi emosional, yang merupakan bagian dari studi dampak penerbangan jangka panjang terhadap perilaku astronaut. Hal ini disampaikan oleh Badan Antariksa Berawak China (CMSA) pada Senin, 20 Juli.

Tiga astronaut, termasuk seorang perempuan dari Daerah Administratif Khusus Hong Kong, telah berada di stasiun antariksa Tiangong selama hampir dua bulan. Dalam misi ini, salah satu dari mereka akan tetap berada di orbit selama satu tahun untuk menjalankan program penelitian manusia dalam lingkungan antariksa dan mengumpulkan data penting mengenai dampak misi jangka panjang.

Dalam video terbaru yang dirilis CMSA, para astronaut terlihat menggunakan sensor dan headset realitas virtual untuk memantau gelombang otak mereka. Pengujian ini merupakan bagian dari lebih dari 100 proyek sains dan aplikasi yang sedang berlangsung di stasiun tersebut.

Selain fokus pada kedokteran antariksa, para astronaut juga telah memasang alat untuk mengukur paparan radiasi biologis serta kamera eksternal di salah satu modul laboratorium stasiun. Mereka juga melakukan uji coba terhadap instrumen yang dibawa dalam misi ini. CMSA mengungkapkan bahwa baterai penyimpan energi baru akan diuji di orbit, yang hasilnya diharapkan dapat mendukung pemutakhiran stasiun di masa depan.

Misi Shenzhou-23, yang diluncurkan pada 24 Mei, merupakan langkah maju bagi ambisi China dalam eksplorasi antariksa. Dengan adanya misi berdurasi panjang, diharapkan kebutuhan akan ketahanan fisik dan mental astronaut akan meningkat, seiring dengan semakin seringnya misi yang dilakukan.

Baca Juga  Prancis dan Senegal Akan Tampilkan Tim Terbaik di Pertandingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top