19 April 2026 – KFC Indonesia rugi masih menjadi perhatian setelah PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemegang hak waralaba tunggal KFC di Indonesia, melaporkan rugi bersih Rp366,05 miliar sepanjang 2025. Kerugian itu membaik sekitar 54 persen dibanding 2024 yang mencapai Rp796,9 miliar, tetapi perseroan masih belum keluar dari tekanan yang menekan bisnis restoran cepat saji.
Dari sisi pendapatan, FAST membukukan penjualan Rp4,88 triliun pada 2025, naik tipis dari Rp4,87 triliun setahun sebelumnya. Perbaikan itu ditopang efisiensi biaya, namun tekanan pada struktur keuangan belum sepenuhnya reda. Laporan keuangan perseroan juga menunjukkan liabilitas jangka pendek masih melampaui aset lancar, sementara total aset tercatat Rp4,95 triliun, total liabilitas Rp4,51 triliun, dan ekuitas Rp435,86 miliar. Dibanding akhir 2024, aset dan liabilitas sama-sama naik tajam, menandakan ruang pemulihan operasional masih dibayangi beban neraca yang besar. Di saat yang sama, utang bank jangka panjang dilaporkan melonjak menjadi sekitar Rp1,82 triliun.
Tekanan operasional ikut terlihat pada jumlah gerai. Hingga 31 Desember 2025, FAST mengoperasikan 690 gerai restoran, turun dari 715 gerai pada akhir 2024. Artinya, jaringan gerai KFC yang dikelola perseroan berkurang 25 lokasi dalam setahun. Penyusutan ini memperlihatkan perusahaan masih melakukan penataan usaha sambil menahan kerugian dan menjaga operasional tetap lebih efisien. Kondisi tersebut juga memperlihatkan fokus pemulihan masih bertumpu pada rasionalisasi jaringan dan pengendalian biaya. IDX
Di tengah kondisi itu, posisi FAST sebagai pemegang hak waralaba tunggal merek KFC di Indonesia tidak berubah. Hasil 2025 menunjukkan perbaikan dibanding tahun sebelumnya, tetapi pemulihan penuh masih menjadi pekerjaan rumah. Perhatian kini tertuju pada kemampuan perseroan menjaga penjualan, mengendalikan utang, dan menghentikan penyusutan gerai pada 2026.