Syracusebroadband.org – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, masih hidup dan terlibat dalam pengambilan keputusan meskipun belum tampil di hadapan publik sejak terluka di awal pertempuran. Pernyataan ini disampaikan Rubio dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat, di mana ia mengungkapkan bahwa keberadaan Khamenei tetap menjadi topik perhatian meski kondisi kesehatan dan keamanan politik di Iran mempengaruhi kehadirannya.
Rubio menjelaskan, keterlibatan Khamenei dalam pengambilan keputusan saat ini dilakukan melalui perantara dan komunikasinya lebih banyak bersifat tertulis. “Kami belum melihatnya di depan umum, dan tampil di sana mungkin bukan rekomendasi terbaik untuk para pemimpin Iran dengan kondisi yang ada saat ini,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa meskipun komunikasi Khamenei dilakukan melalui pihak ketiga, ada indikasi bahwa ia masih memiliki pengaruh dalam keputusan strategis negara.
Proses pengambilan keputusan di Iran dinilai Rubio sangat terpusat, di mana pesan dari perunding sering kali harus mendapatkan persetujuan dari dewan pemerintahan sebelum ditanggapi. Ia menjelaskan bahwa umumnya proses ini memerlukan waktu hingga lima hari untuk menghasilkan respons resmi. Meskipun terdapat klaim dari Rubio dan Presiden AS, Donald Trump, bahwa pembicaraan antara kedua negara terus berlanjut, laporan dari media Iran mengindikasikan bahwa komunikasi tersebut terhenti dalam beberapa hari terakhir.
Dengan berbagai dinamika ini, situasi di Iran dan hubungan bilateralnya dengan Amerika Serikat tetap menjadi perhatian global, terutama mengenai potensi dampak dari kehadiran atau ketidakhadiran pemimpin tertinggi negara tersebut.