[original_title]

Ketimpangan Belanja Al Hilal dan Al Nassr: Ronaldo Protes

Syracusebroadband.org – Megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo telah mengungkapkan protes terhadap kebijakan transfer di Liga Arab Saudi, menyusul ketimpangan signifikan dalam belanja pemain antara klubnya, Al Nassr, dan rival terdekat, Al Hilal. Protes ini terjadi di awal Februari 2026, berujung pada ketidakhadirannya dalam pertandingan melawan Al Riyadh sebagai tindakan menekan manajemen dan Public Investment Fund (PIF).

Analisis menunjukkan ketidaksetaraan dalam pengeluaran kedua klub. Sejak 2023, Al Hilal menginvestasikan sekitar Rp11,01 triliun dalam belanja pemain, jauh lebih tinggi dibandingkan Al Nassr yang hanya mengeluarkan sekitar Rp6,96 triliun. Al Hilal merekrut bintang-bintang seperti Karim Benzema dan Darwin Nunez, sementara Al Nassr mengandalkan pemain pinjaman dan gratis seperti Joao Felix.

Protes Ronaldo dipicu oleh kepindahan Benzema ke Al Hilal yang dianggapnya sebagai dukungan PIF terhadap rival. Ia berpendapat bahwa Al Nassr tidak mendapatkan tambahan pemain berkualitas untuk bersaing secara seimbang. Selain itu, kedalaman skuad Al Hilal yang kuat membuat Ronaldo merasakan beban berat, dengan sedikit dukungan kualitas di Al Nassr.

Pihak PIF merespons bahwa Al Nassr mendapatkan dana lebih besar dibandingkan klub lain, tetapi manajemen tidak mampu mengubah investasi menjadi trofi, yang menyebabkan pengetatan dana transfer. Protes ini meningkatkan spekulasi mengenai masa depan Ronaldo di Arab Saudi, dengan kemungkinan ia tidak akan menyelesaikan kontrak hingga 2027 jika Al Nassr tidak memperbaiki situasi skuad.

Hingga kini, Al Nassr tetap tertinggal di klasemen liga, yang bagi Ronaldo sangat penting, mengingat ambisi dan integritas yang ia harapkan dari kompetisi sepak bola di Arab Saudi.

Baca Juga  Pasha Ungu Mundur dari DPR RI: Kebenaran di Balik Isu Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top