Syracusebroadband.org – Vaksin influenza diperlukan setiap tahun untuk meningkatkan perlindungan kesehatan pernapasan. Hal ini disebabkan oleh karakteristik unik virus influenza yang terus bermutasi, sehingga vaksin yang efektif tahun lalu tidak dapat menyediakan perlindungan optimal tahun ini. Kesadaran akan pentingnya vaksin influenza semakin meningkat, terutama setelah munculnya varian H3N2, yang dikenal sebagai “Super Flu”.
Fenomena yang dikenal sebagai Antigenic Drift menjelaskan cepatnya mutasi virus influenza. Virus ini memiliki protein di permukaannya, yakni Hemaglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA), yang dikenali oleh sistem imun. Namun, saat virus bereplikasi, terjadi kesalahan genetik yang mengubah bentuk protein ini. Akibatnya, antibodi dari vaksin tahun sebelumnya tidak lagi mampu mengenali virus yang telah berubah.
Selain perubahan virus, durasi efektivitas antibodi juga menjadi faktor penting. Penelitian menunjukkan bahwa kadar antibodi menurun dalam waktu enam hingga dua belas bulan setelah vaksinasi. Oleh karena itu, meskipun virus tidak mengalami perubahan besar, kekebalan tubuh bisa menurun sehingga dibutuhkan dosis penguat tahunan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berperan penting dalam menentukan komposisi vaksin flu berdasarkan pengawasan virus global. Mereka memperbarui vaksin dua kali setahun untuk memastikan efektivitasnya terhadap strain terbaru yang beredar. Di Indonesia, flu dapat menyerang sepanjang tahun, terutama saat musim hujan. Oleh karena itu, vaksinasi tahunan sangat dianjurkan untuk kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
Dengan melaksanakan vaksinasi secara rutin, individu tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu memutus rantai penularan, menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan.