Syracusebroadband.org – UnionPay International (UPI) dan Samsung Electronics baru saja meluncurkan layanan pembayaran inovatif berbasis solusi “NFC-QRC all-in-one” di Shanghai. Inisiatif ini memungkinkan pemegang kartu UnionPay di seluruh dunia untuk menghubungkan kartu mereka ke Samsung Wallet, sehingga dapat memilih cara pembayaran yang diinginkan, baik melalui NFC atau kode QR. Peluncuran pertama akan berlangsung di Hong Kong SAR, dengan BOC Credit Card sebagai mitra penerbit.
Sebagai produsen ponsel pintar Android terbesar di dunia, Samsung Wallet kini diakses di 62 negara, memperluas jangkauan pembayaran seluler UnionPay bagi pengguna Android. Kolaborasi ini juga akan mempercepat penerbitan kartu digital di pasar lokal. Selain itu, UPI dan Samsung Electronics berencana memberikan program promosi eksklusif berupa diskon langsung kepada pemegang kartu UnionPay di Hong Kong yang menggunakan smartphone Samsung Galaxy.
Larry Wang, CEO UnionPay International, menyampaikan bahwa kemitraan ini memanfaatkan keunggulan masing-masing pihak untuk memperkuat ekosistem pembayaran seluler internasional. Prinsip keterbukaan dan saling menguntungkan menjadi dasar kolaborasi ini, yang bertujuan untuk mempermudah transaksi lintas negara.
Woncheol Chai, EVP dan Kepala Tim Dompet Digital di Samsung Electronics, menambahkan bahwa kerja sama ini memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna. Dengan kombinasi kekuatan global Samsung dan kemitraan dengan lembaga penerbit kartu, layanan pembayaran seluler akan terus berkembang di berbagai pasar.
Stephen Chan, Wakil CEO Bank of China di Hong Kong, menyatakan kebanggaannya karena BOC Credit Card menjadi institusi pertama mendukung layanan ini, yang memberikan keunggulan bagi pemegang kartu kredit UnionPay di Hong Kong.
Solusi “NFC-QRC all-in-one” menghadirkan kemudahan bagi institusi mitra yang ingin mengimplementasikan dua metode pembayaran UnionPay secara bersamaan. Saat ini, layanan ini telah diterima di lebih dari 100 negara dan wilayah, dengan diterimanya metode pembayaran QR di puluhan juta merchant global.