Syracusebroadband.org – Seorang anak mengalami luka akibat pecahan peluru saat operasi pencegatan serangan udara yang diluncurkan oleh Iran di Qatar pada Jumat pagi, menurut keterangan resmi dari Kementerian Dalam Negeri Qatar. Pihak kementerian menyatakan bahwa anak tersebut kini sedang mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.
Dalam pernyataan resmi, kementerian juga mengungkapkan bahwa otoritas keamanan dan tim pertahanan sipil telah memulai rencana tanggap darurat yang telah disetujui untuk menghadapi situasi ini. Sebelumnya pada hari yang sama, kementerian mengeluarkan dua peringatan keamanan, mendorong masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang dibutuhkan dalam situasi yang tegang ini.
Insiden tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan akibat serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah target di Iran. Media Iran melaporkan bahwa negara tersebut telah melakukan serangan balasan terhadap fasilitas militer AS yang berada di Kuwait, Bahrain, dan Qatar. Terdapat laporan tambahan yang menyatakan bahwa pada malam sebelumnya, serangan AS terhadap jembatan dan kawasan pemukiman di Iran selatan menyebabkan setidaknya tujuh orang tewas dan 16 lainnya terluka.
Ketegangan antara Iran dan AS semakin memanas dengan adanya berbagai serangan yang bertubi-tubi, membuat situasi di kawasan tersebut semakin tidak menentu. Kementerian Dalam Negeri Qatar terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi warga negara serta memastikan keselamatan publik.