[original_title]

Saham RI Keluar Indeks Global, Dampak Jangka Pendek Diketahui

Syracusebroadband.org – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi bahwa saham-saham perusahaan Indonesia dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) telah dikeluarkan dari indeks global MSCI dan FTSE Russell. Keputusan ini dianggap sebagai dampak jangka pendek dari reformasi yang dilakukan di pasar modal Indonesia.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa keberadaan saham dalam kategori HSC memang sudah diprediksi, dan hal ini telah diantisipasi oleh pelaku pasar. Penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell memiliki metodologi tersendiri dalam menentukan daftar saham, termasuk kriteria kepemilikan tinggi.

Jeffrey berharap penjelasan mengenai pengunduran ini dapat membantu mengurangi ketidakpastian yang melanda pasar saham Indonesia akhir-akhir ini. “Kejelasan ini menjawab harapan para pelaku pasar yang menunggu respons dari MSCI dan FTSE terhadap reformasi yang telah dilakukan oleh OJK dan SRO,” tambahnya.

Saham-saham yang terdepak termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Selain itu, FTSE Russell juga berencana untuk mengeluarkan saham-saham HSC dalam pengumuman mereka mengenai ulasan indeks Juni 2026.

Sebelumnya, BEI pada 2 April dan 8 Mei 2026 telah mengumumkan sepuluh saham dalam kategori HSC. Daftar tersebut meliputi beberapa perusahaan seperti PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), dan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK).

Dengan langkah ini, BEI berharap pasar modal Indonesia dapat berbenah dan mempersiapkan diri untuk pertumbuhan yang lebih stabil di masa mendatang.

Baca Juga  Mourinho atau Solskjaer? Siapa Gantikan Amorim di MU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top