[original_title]

Rupiah Naik ke Rp17.963, Tunjukkan Penguatan Terhadap Dolar AS

Syracusebroadband.org – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup sedikit menguat pada akhir perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, dengan kenaikan 32 poin atau sekitar 0,18%, mencapai posisi Rp17.963 per dolar AS. Data dari JISDOR BI (Bank Indonesia) mencatat rupiah berada di level Rp17.960 per USD, meningkat dari sesi sebelumnya yang tercatat di Rp17.994.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa sentimen domestik menunjukkan penurunan pada mesin penerimaan pajak penghasilan (PPh) Indonesia. Menurut laporan OECD Revenue Statistics in Asia and the Pacific 2026, penerimaan pajak dari kategori penghasilan, laba, dan keuntungan modal tidak mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Data tersebut mengindikasikan bahwa penerimaan pajak penghasilan hanya meningkat dari Rp1.061,24 triliun pada 2023 menjadi Rp1.061,94 triliun pada 2024, dengan pertambahan sekitar Rp700 miliar atau 0,07 persen secara tahunan. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan total penerimaan pajak di Indonesia, yang tercatat meningkat dari Rp2.517,66 triliun menjadi Rp2.620,67 triliun, atau bertambah sebesar Rp103 triliun dalam periode yang sama.

Melambatnya pertumbuhan pajak penghasilan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan penerimaan dari pajak penghasilan badan. Kondisi ini dihadapkan pada situasi ekonomi yang berfluktuasi, sehingga memberikan dampak pada kebijakan fiskal dan kesehatan keseluruhan perekonomian Indonesia.

Penguatan nilai tukar rupiah, meskipun tipis, menunjukkan adanya respons pasar terhadap kondisi ekonomi domestik, di tengah tantangan yang dihadapi oleh penerimaan pajak negara.

Baca Juga  Ekonom: Bantuan Tunai Esensial untuk Tanggap Darurat Bencana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top