[original_title]

Red Bull Tegaskan Gaji Max Verstappen Tidak Naik pada 2027

Syracusebroadband.org – Red Bull Racing menanggapi rumor peningkatan gaji Max Verstappen yang mencapai USD 80 juta (sekitar Rp 1,4 triliun) per tahun dalam kontrak barunya. Laurent Mekies, Kepala Tim Red Bull, menegaskan bahwa keputusan Verstappen untuk memperpanjang kontrak bukanlah akibat dari tawaran gaji besar tersebut.

Berita ini muncul menjelang pelaksanaan F1 GP Belanda 2026, ketika Verstappen, yang sebelumnya sempat mengindikasikan kemungkinan pensiun, mendadak diumumkan akan memperpanjang kontraknya dengan Red Bull hingga setidaknya tahun 2030. Kontrak yang berlaku sebelumnya masih sampai tahun 2028, sehingga langkah ini mengejutkan banyak pihak.

Mekies menyampaikan bahwa pembalap asal Belanda ini tidak hanya dipengaruhi oleh iming-iming gaji tinggi untuk tetap berseragam Red Bull. Meskipun kabar menyebutkan bahwa Red Bull berencana memberikan gaji yang menjadikannya sebagai pembalap dengan remunerasi tertinggi dalam sejarah Formula 1, Mekies menekankan ada faktor lain yang juga berperan dalam keputusan Verstappen.

Dalam dunia balap, pengaruh gaji terhadap keputusan pembalap sering kali menjadi sorotan. Verstappen saat ini sudah menjadi salah satu pembalap termahal dan terpopuler, dengan prestasi yang memungkinkan dia memperoleh bayaran tinggi selama kariernya.

Dengan perpanjangan kontrak ini, Red Bull berusaha mempertahankan salah satu aset terpenting mereka di sirkuit Formula 1. Sementara itu, GLS Motorsport, sebagai tim pesaing, tetap memantau perkembangan ini dengan cermat, terutama dalam upaya mereka untuk menarik Verstappen ke tim lain di masa mendatang.

Baca Juga  Nafa Urbach Minta Maaf kepada Rakyat Indonesia atas Perbuatannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top