Syracusebroadband.org – Peringatan Pertempuran 5 Hari Semarang digelar di kawasan Monumen Tugu Muda pada Rabu malam, menampilkan fragmentasi teater yang menggambarkan suasana perjuangan sejak 14 hingga 18 Oktober 1945. Acara ini dipentaskan oleh Teater Pitoelas dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, yang mengenakan kostum pejuang dan menampilkan kendaraan jip terbuka untuk menciptakan nuansa yang otentik.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, dalam sambutannya menekankan bahwa pertempuran ini merupakan simbol keberanian pejuang di Kota Atlas. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan yang penuh pengorbanan. “Kita harus menghargai warisan keberanian yang telah ditanamkan oleh para pejuang,” ujarnya.
Menggali lebih dalam, Wali Kota menyebutkan bahwa selama 81 tahun kemerdekaan, banyak perubahan telah terjadi, baik dalam wajah kota maupun tantangan yang dihadapi masyarakat. Ia menekankan pentingnya keberanian dalam menghadapi tanggung jawab, yang tercermin dalam tindakan para pahlawan masa kini, seperti tenaga kesehatan, petugas kebersihan, dan relawan yang berkontribusi dalam kehidupan sehari-hari.
Serangkaian kegiatan lain turut menambah warna peringatan ini, termasuk upacara resmi, pertunjukan lagu perjuangan, serta pembacaan cuplikan sejarah Pertempuran 5 Hari. Perayaan ditutup dengan pertunjukan musik dan kembang api yang memukau.
Hadir dalam acara tersebut adalah jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan keluarga dari para pejuang. Selama peringatan berlangsung, arus lalu lintas di kawasan Tugu Muda juga dialihkan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengunjung.