Syracusebroadband.org – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, telah mengubah pola latihan tim selama Bulan Suci Ramadhan. Perubahan ini dilakukan seiring dengan fokus tim yang kini hanya mengincar Super League 2025-2026 setelah tersisih dari AFC Champions League 2025-2026.
Persib mengalami kekalahan dari Ratchaburi FC dengan agregat 1-3 di babak 16 besar AFC Champions League. Dalam menghadapi Ramadhan, Hodak menekankan pentingnya penyesuaian jadwal latihan, yang kini akan dilakukan pada malam hari, setelah pemain berbuka puasa. Ia menegaskan bahwa metode ini bertujuan agar para pemain dapat beribadah dengan nyaman dan mendapatkan istirahat yang cukup di pagi hari sebelum latihan.
“Dengan latihan malam hari, mereka bisa tidur lebih lama dan tidak terganggu waktu ibadahnya,” ujar Hodak dalam pernyataannya. Ia juga menyadari risiko yang muncul jika latihan dilakukan pada siang hari ketika pemain dalam keadaan berpuasa. Dengan ada keterbatasan energi, akan ada dampak nyata saat pertandingan, baik dari segi performa pemain maupun hasil yang ingin dicapai.
Persib dijadwalkan menghadapi empat laga di Super League 2025-2026 dalam waktu satu bulan ke depan, sehingga penyesuaian ini diharapkan dapat memaksimalkan kinerja tim. Hodak memastikan bahwa dengan pendekatan baru ini, intensitas latihan dapat terjaga dengan baik, memberikan peluang terbaik bagi tim untuk mencapai hasil yang positif di setiap pertandingan yang dijalani.