[original_title]

Menteri Nusron Yakini Verifikasi LP2B Selesai 87% Tahun Ini

Syracusebroadband.org – Verifikasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Indonesia dipastikan mencapai 87 persen pada tahun ini. Hal ini disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, yang optimis bahwa pencapaian ini akan terjadi lebih cepat dibandingkan target yang tertuang dalam Peraturan Presiden, yang menetapkan pencapaian serupa pada tahun 2029.

Dalam keterangannya setelah peluncuran Transformasi Layanan dan Organisasi Kementerian ATR/BPN di Jakarta, Nusron mengungkapkan bahwa saat ini verifikasi LP2B telah mencapai angka 86,08 persen. Proses ini telah dilakukan di 29 dari total 38 provinsi di Indonesia, dengan fokus pada penyelesaian di wilayah yang belum selesai proses verifikasinya.

Nusron juga menyoroti keberhasilan penataan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang mencapai sekitar 90 persen. Provinsi di Pulau Jawa, terutama, telah melampaui target verifikasi, memberikan contoh yang positif dalam penataan lahan pertanian berkelanjutan secara nasional.

Sementara itu, tantangan masih dihadapi oleh Provinsi Banten dengan capaian verifikasi sekitar 75 persen. Nusron menjelaskan bahwa keterbatasan lahan sawah di Banten dipengaruhi oleh perkembangan kawasan industri dan perumahan. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian ATR/BPN tengah mengkaji terobosan hukum yang memungkinkan pengembang mengganti lahan pertanian di luar provinsi Banten.

Nusron menegaskan bahwa regulasi tersebut harus sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dan memerlukan Peraturan Pemerintah sebagai dasar pelaksanaan. Dengan langkah-langkah ini, Kementerian ATR/BPN berkomitmen untuk memperkuat perlindungan sawah produktif dan mendukung ketahanan pangan nasional demi kepastian tata ruang yang lebih baik.

Baca Juga  Pemerintah Tingkatkan KDMP untuk Dorong Ekonomi Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top