Syracusebroadband.org – Ledakan terjadi di kawasan industri Ras Laffan, Qatar, pada Minggu (21/6) akibat “insiden teknis” di salah satu fasilitas gas, yang mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka. Kementerian Dalam Negeri Qatar mengkonfirmasi peristiwa ini dan menyatakan bahwa tim pertahanan sipil telah dikerahkan untuk menangani situasi tersebut.
Suara ledakan terdengar hingga ke Doha, dan laporan dari jurnalis menggambarkan kobaran api dan asap terlihat dari jarak 20 kilometer. Meskipun pihak kementerian belum merinci jumlah korban atau tingkat keparahan luka yang dialami, mereka menyatakan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh gangguan teknis saat pemulihan operasi di Ras Laffan.
Perusahaan milik negara, QatarEnergy, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi saat pemulihan operasi di fasilitas pasokan gas lokal Barzan. Meski pihak berwenang menegaskan masalah ini adalah murni internal, kawasan Ras Laffan sebelumnya pernah mengalami kerusakan akibat serangan yang terkait dengan ketegangan di Timur Tengah, khususnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Sejak serangan drone Iran pada Maret lalu yang menghantam infrastruktur energi Qatar, produksi LNG sempat terhenti. Menteri Energi Qatar, Saad Al-Kaabi, memperkirakan bahwa meski perbaikan mungkin memakan waktu 3 hingga 5 tahun, dampak dari serangan ini akan mengurangi kapasitas ekspor LNG sebesar 17 persen.
Ledakan terbaru ini menambah tantangan bagi Qatar yang merupakan salah satu produsen LNG terkemuka dunia. Sebagai langkah pencegahan, pihak berwenang terus memonitor keadaan di kawasan tersebut untuk menghindari insiden serupa di masa mendatang.