[original_title]

Koordinasi Kementerian Jaga Subsidi Energi, Kata TAM ESDM

Syracusebroadband.org – Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Satya Hangga Yudha Widya Putra Hangga, mengungkapkan bahwa tantangan besar dalam pengelolaan subsidi energi di Indonesia muncul dari tingginya konsumsi domestik terutama akibat bonus demografi. Ia menjelaskan bahwa koordinasi antar kementerian perlu diperkuat untuk memastikan ketersediaan dan distribusi subsidi energi tetap terjaga, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Hangga menyatakan bahwa eskalasi konflik di daerah tersebut turut memengaruhi stabilitas sektor energi nasional. Meningkatnya harga global dari bahan bakar minyak, minyak mentah, dan LPG menjadi perhatian utama yang harus diadaptasi oleh Kementerian ESDM. “Kami akan berfokus pada Astacita nomor 2 dan 5 untuk mengatasi ancaman guncangan harga tersebut,” tambahnya.

Hangga juga menekankan posisi Indonesia yang masih kuat dengan surplus di berbagai komoditas, termasuk gas pipa dan batu bara, di mana negara ini menguasai 43 persen dari total ekspor dunia. Meskipun demikian, tingginya konsumsi domestik saat ini dapat menjadi hambatan besar.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi, Kementerian ESDM telah menargetkan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 GW, serta implementasi bauran bahan bakar biodiesel 50 persen (B50). Upaya tersebut diharapkan dapat menstabilkan pasokan energi domestik dan memitigasi potensi krisis.

Forum yang dihadiri jajaran pejabat negara dan akademisi ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas generasi dan sektor dalam mendukung visi pemerintah untuk mencapai ketahanan pangan dan swasembada energi.

Baca Juga  PAEI Tingkatkan Kualitas Tata Kelola untuk Daya Saing Pasar Modal RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top