Syracusebroadband.org – PT Astra Graphia Tbk, anak usaha dari PT Astra International Tbk, mengungkapkan pentingnya kolaborasi manusia dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas dalam dunia kerja. Direktur Astra Graphia, Trivena Nalsalita, menekankan bahwa meskipun AI dapat mengambil alih tugas-tugas yang bersifat administratif dan repetitif, peran manusia masih tetap diperlukan, terutama dalam pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, empati, dan pertimbangan.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Astra Media Day 2026 yang berlangsung di Jakarta. Trivena menjelaskan bahwa pengembangan otomatisasi tidak berujung pada penghilangan peran manusia, tetapi justru dapat menjadikan kolaborasi antara manusia dan AI lebih optimal untuk menciptakan produktivitas yang lebih baik.
Dalam praktiknya, Astra Graphia telah menerapkan teknologi AI dalam berbagai bidang, termasuk pengembangan aplikasi, keamanan siber, dan proses internal perusahaan. AI berperan dalam meningkatkan kecepatan dan akurasi pengodean, serta mempermudah analisis dalam pengujian penetrasi sistem.
Pada semester pertama 2026, perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp138 miliar, meningkat 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pendapatan bersih mencapai Rp1,556 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh segmen Solusi Dokumen dan Solusi Teknologi Informasi, di mana percepatan digitalisasi menjadi faktor kunci.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menekankan bahwa adopsi AI dalam dunia kerja harus berorientasi pada manusia dan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menambahkan bahwa pengembangan AI perlu mengedepankan prinsip keterlibatan manusia dalam proses pengambilan keputusan.
Pemerintah juga sedang merumuskan Peta Jalan AI Nasional 2026-2029 serta regulasi etika AI untuk menciptakan ekosistem yang bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi ini.