Syracusebroadband.org – Jorge Martin, pembalap asal Spanyol, kembali mengungkapkan kekecewaannya setelah dua kali gagal bergabung dengan tim pabrikan Ducati Lenovo, pada tahun 2023 dan 2025. Dalam keterangan terbarunya, Martin menegaskan bahwa kontrak dalam dunia balap tidak selalu menjamin posisi yang diinginkan.
Martin memulai debutnya di MotoGP pada tahun 2021 dan tergabung dengan tim Pramac Racing, yang merupakan tim satelit Ducati. Ia berhasil membuktikan diri dengan meraih kemenangan di MotoGP Styria 2021. Setahun setelahnya, Ducati memberikan penawaran kontrak untuk promosi ke tim pabrikan pada tahun 2023. Namun, impian tersebut harus pupus ketika Enea Bastianini, rekan satu tim, lebih dipilih untuk mengisi posisi tersebut.
“Pada tahun 2022, saya sudah menandatangani kontrak untuk tahun 2023. Namun, di suatu titik mereka mengumumkan bahwa saya tidak akan bergabung dan memilih pembalap lain,” ungkap Martin dalam wawancara terbarunya.
Terlepas dari kegagalan tersebut, Martin menyatakan tidak merasa dirugikan. Ia mendapatkan dukungan setara dengan pembalap tim pabrikan, termasuk akses ke motor Ducati Desmosedici GP yang berkinerja tinggi. “Setelah itu, saya menandatangani kontrak lain dan merasa bahagia di tim Pramac. Saya memiliki motor spesifikasi pabrikan, jadi pada dasarnya, situasinya tidak berbeda jauh,” tambahnya.
Kisah perjuangan Martin menunjukkan bahwa di dunia balap, keputusan dan dinamika tim dapat memengaruhi karier seorang pembalap. Meskipun menghadapi rintangan, Martin tetap optimis dan fokus pada penampilannya di kejuaraan mendatang.