Syracusebroadband.org – Pentagon mengonfirmasi bahwa dua tentara militer Amerika Serikat tewas dan satu lainnya hilang setelah serangan rudal dan drone Iran di fasilitas militer AS yang terletak di Yordania. Serangan ini terjadi pada hari Jumat, mengakibatkan kerugian jiwa saat pasukan Amerika dan sekutunya berusaha mempertahankan diri.
Dalam keterangan resmi yang dirilis oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), insiden ini menyoroti meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, yang kembali mencuat awal bulan ini. Meskipun insiden ini menambah daftar panjang korban, ini adalah kali pertama pasukan AS mengalami kehilangan nyawa akibat serangan langsung sejak meningkatnya konflik. Dengan tambahan dua tentara tewas, total korban militer AS yang jatuh dalam serangkaian operasi melawan Iran sejak Februari kini menjadi 16 personel.
Pernyataan dari CENTCOM juga menyebutkan bahwa empat tentara lainnya sempat dirawat dengan evakuasi medis ke rumah sakit di Yordania tetapi telah dipulangkan setelah mendapatkan perawatan yang diperlukan. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyampaikan dukacita atas kepergian dua anggota militer tersebut, dan menegaskan bahwa pengorbanan mereka akan semakin memperkuat tekad AS dalam menghadapi ancaman dari Iran.
Media Iran bahkan mengeluarkan rekaman yang memperlihatkan kebakaran besar di Pangkalan Udara Al-Muwaqqar yang dikelola oleh AS setelah serangan tersebut. Kejadian ini mencerminkan skala dan dampak dari konflik yang berkepanjangan antara kedua negara, serta menambah isu keamanan di kawasan tersebut. Angka korban ini menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi oleh pasukan AS dalam menjalankan misi mereka di luar negeri.