Syracusebroadband.org – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) telah menyelesaikan sesi dialog informal mengenai pemilihan Sekretaris Jenderal PBB yang baru. Proses ini melibatkan tiga kandidat, sementara satu kandidat lainnya dijadwalkan mengikuti sesi serupa pada akhir bulan ini. Presiden DK PBB di bulan Juli, Zenon Ngay Mukongo, yang juga merupakan Perwakilan Tetap Republik Demokratik Kongo, mengungkapkan bahwa diskusi berlangsung di Washington DC.
Pada tanggal 7 Juli, DK PBB bertemu dengan mantan Presiden Senegal, Macky Sall, yang dicalonkan oleh Republik Burundi. Hari yang sama juga diadakan dialog dengan Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, setelah dia dinyatakan sebagai kandidat oleh Argentina. Pada 9 Juli, diskusi berlanjut dengan Carolyn Rodrigues-Birkett, mantan Menteri Luar Negeri Guyana, menyusul nominasi dari negaranya.
Setiap kandidat menyampaikan visi mereka untuk masa depan PBB dan membahas tantangan yang dihadapi organisasi tersebut, disertai dengan sesi interaktif bersama anggota Dewan Keamanan. Mukongo menegaskan bahwa proses seleksi akan dilanjutkan sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 97 Piagam PBB dan pedoman yang telah disepakati sebelumnya.
Dewan Keamanan bertujuan untuk memberikan rekomendasi kepada Majelis Umum PBB tepat waktu, sehingga Sekretaris Jenderal yang terpilih mampu mempersiapkan diri menjelang masa jabatan yang dimulai pada 1 Januari 2027. Mukongo mencatat bahwa dialog juga melibatkan pertanyaan dari anggota Dewan yang berkisar pada berbagai tantangan global. Ia menambahkan, masih terdapat satu kandidat yang belum mengikuti proses dialog, yaitu Maria Fernanda Espinosa Garces, yang dijadwalkan pada 27 Juli.