Syracusebroadband.org – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) untuk aktif dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi kerajinan khas di setiap wilayah. Upaya ini dinilai penting untuk pelestarian budaya, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan perekonomian.
Dalam pernyataan yang disampaikan di Jakarta, Tito menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan kerajinan tradisional, seperti tenun, yang banyak diminati oleh kolektor internasional. Ia menyebutkan bahwa potensi kerajinan Indonesia masih banyak yang belum tergali secara optimal meskipun negara ini memiliki banyak produk kerajinan bernilai tinggi. Tito memberikan contoh pengolahan limbah cangkang mutiara di Raja Ampat yang dapat dijadikan kerajinan.
Tito menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk berperan sebagai pemain utama di industri kerajinan global, mengingat nilai pasar kerajinan dunia yang mencapai Rp500 triliun per tahun. Namun, saat ini, Indonesia belum termasuk dalam sepuluh besar produsen kerajinan dunia, meskipun produk kerajinan di Indonesia menawarkan keunggulan tersendiri berkat keberagaman budaya dan sumber daya alam.
Setiap daerah, menurut Tito, memiliki karakteristik kerajinan yang berbeda-beda, yang dipengaruhi oleh budaya dan ketersediaan bahan baku. Mendagri menilai bahwa keunggulan Indonesia terletak pada keragaman kerajinan yang merupakan yang terbanyak di dunia.
Tito juga memberikan apresiasi kepada panitia dan semua pihak yang berkontribusi dalam merayakan ulang tahun ke-46 Dekranas, yang telah memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah setempat dan sekaligus menjadi ajang silaturahmi.