Syracusebroadband.org – China mengumumkan penemuan dua mineral baru di Bulan pada Jumat, 24 April 2026, menurut laporan resmi dari Badan Antariksa Nasional China (CNSA). Penemuan ini berasal dari sampel Bulan yang diambil oleh misi Chang’e-5, yang berhasil membawa pulang 1.731 gram materi dari Oceanus Procellarum pada Desember 2020. Ini menjadi misi pertama China yang mengembalikan sampel Bulan setelah 44 tahun.
Mineral yang dikenali oleh CNSA adalah magnesiochangesite-(Y) dan changesite-(Ce), sehingga jumlah total mineral yang telah ditemukan dari Bulan di seluruh dunia kini mencapai delapan. Sebelumnya, pada tahun 2022, para astronom China berhasil mendeteksi mineral Bulan pertama mereka, yakni changesite-(Y).
Pernyataan resmi ini diumumkan pada upacara pembukaan Hari Antariksa Tiongkok 2026 yang berlangsung di Chengdu, ibu kota provinsi Sichuan. Dalam kesempatan tersebut, CNSA menyatakan bahwa penemuan mineral baru ini telah mendapatkan persetujuan dari Komisi Mineral Baru, Nomenklatur, dan Klasifikasi dari Asosiasi Mineralogi Internasional.
China telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam eksplorasi luar angkasa, dengan misi yang berhasil mendarat di sisi jauh Bulan melalui wahana Chang’e-4 pada tahun 2019. Penemuan mineral baru ini dianggap sebagai langkah penting dalam penelitian ilmiah untuk memahami lebih lanjut tentang komposisi geologi Bulan dan potensi sumber daya yang ada. Pengetahuan yang diperoleh dari eksplorasi ini diharapkan dapat mempengaruhi pengembangan teknologi dan eksplorasi luar angkasa di masa depan.