Syracusebroadband.org – Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankankp) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengumumkan penambahan luas tanam padi mencapai sekitar 3.000 hektare pada musim tanam pertama tahun 2026/2027. Momen ini bertepatan dengan masuknya musim hujan di wilayah tersebut. Kepala Distankankp, Firman Sapta Ady, menyebutkan bahwa hujan telah turun selama tiga hari terakhir, yang memungkinkan petani untuk mempersiapkan tanah untuk penanaman.
Dalam keterangannya, Firman menambahkan bahwa daerah yang memiliki sumber air irigasi memudahkan petani untuk menanam kembali padi setelah panen. Seiring dengan penambahan luas tanam yang signifikan, luas lahan sawah di Banjarnegara diperkirakan mencapai 11.000 hektare. Beberapa kecamatan, seperti Banjarmangu dengan 40 hektare yang hampir panen dan Kalibening dengan 200 hektare yang baru ditanam awal Oktober, menunjukkan semangat para petani.
Distankankp menargetkan penanaman padi seluas 208 hektare dan jagung 238 hektare pada Oktober 2026. Angka ini akan meningkat secara bertahap, dengan target November menjadi 1.025 hektare untuk padi dan 445 hektare untuk jagung, serta pencapaian 3.126 hektare untuk padi dan 2.091 hektare untuk jagung pada Desember 2026.
Terkait ketersediaan pupuk, Firman memastikan bahwa alokasi pupuk untuk padi masih mencukupi hingga akhir tahun meskipun ada pengusulan tambahan untuk memenuhi kebutuhan pupuk NPK bagi tanaman sayuran. Dengan ketersediaan pupuk yang baik dan cuaca yang mendukung, diharapkan percepatan tanam dapat terwujud, demi menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Banjarnegara.