[original_title]

Guwosari Kembangkan Ekonomi Sirkular dari Limbah Sampah

Syracusebroadband.org – Tumpukan sampah yang sebelumnya dianggap masalah kini bertransformasi menjadi sumber penghidupan bagi warga Kalurahan Guwosari, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Go-Sari, kalurahan ini berhasil mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi sembari menciptakan lapangan kerja baru.

Inisiatif ini muncul dari kebutuhan untuk menangani sampah secara efektif, yang melibatkan kolaborasi pemerintah kalurahan dan masyarakat. Lurah Guwosari, Masduki Rahmad, mengemukakan pentingnya memecahkan persoalan sampah dari tingkat lokal sebelum memperluas skala ke tingkat nasional. “Kita harus menyelesaikannya di desa terlebih dahulu,” ujarnya.

Go-Sari dimulai pada 2019 dan berkembang hingga 2021 dengan menggunakan lahan seluas 24.383 meter persegi. Pengelolaan sampah dilakukan secara terencana, di mana sampah dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah plastik diolah menjadi bahan baku produk baru, sementara sampah organik digunakan untuk budidaya maggot dan pembuatan kompos.

Program ini juga telah membuka peluang kerja bagi 27 orang, termasuk anak muda dan warga lanjut usia. Selain itu, upaya pemilahan sampah sejak dari rumah juga didorong oleh pemerintah kalurahan melalui Peraturan Kalurahan Guwosari Nomor 9 Tahun 2019.

Pada 2023, Go-Sari mencatatkan jumlah pelanggan sekitar 1.545, dengan volume sampah yang dikelola meningkat dari 1,7 ton menjadi 5 ton per hari, meskipun total produksi sampah masyarakat diperkirakan mencapai 8 ton. Pendapatan bulanan juga melonjak dari Rp27 juta menjadi Rp97 juta, menunjukkan potensi pengelolaan sampah sebagai sumber ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat. Masduki menekankan perlunya mewariskan pengetahuan agar program ini berkelanjutan, tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik.

Baca Juga  Pemda DIY Sediakan Gerobak Kopi untuk Promosi Usaha Lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top