Syracusebroadband.org – Amerika Serikat menghadapi kekurangan signifikan dalam persediaan rudal setelah penggunaan lebih dari 1.500 rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot dan 200 rudal pencegat dari sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) selama beberapa bulan terakhir. Laporan yang dikeluarkan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan penggunaan rudal tersebut terjadi antara 27 Februari hingga 27 Juli 2023.
Dalam periode tersebut, AS dilaporkan menggunakan antara 1.503 hingga 1.571 rudal Patriot dan 174 hingga 218 rudal THAAD. Data mencatat, pada 27 Februari, AS memiliki total 2.330 rudal Patriot dan 452 rudal THAAD. Namun, pada 27 Juli, jumlah tersebut turun drastis menjadi hanya 759 hingga 827 rudal Patriot dan 234 hingga 278 rudal THAAD.
Kondisi ini memperkuat kerentanan AS dalam hal pertahanan udara di tengah sejumlah konflik regional yang memerlukan keterlibatan militer. Selain itu, laporan ini muncul bersamaan dengan permintaan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, yang mendesak AS untuk segera memberikan 300 rudal Patriot untuk membantu memperkuat pertahanan Ukraina menjelang musim dingin yang akan datang.
Penggunaan rudal dalam skala besar ini menandakan tantangan yang dihadapi oleh AS dalam mempertahankan kapasitas militernya saat berfokus pada berbagai gejolak global. Kekurangan persediaan ini akan memerlukan perhatian segera dari pihak berwenang agar dapat memenuhi kebutuhan operasional di masa mendatang dan menjamin efektivitas pertahanan nasional. Hal ini juga mencerminkan dinamika strategis yang terus berkembang dalam arena internasional dan meningkatkan urgensi bagi AS untuk memperkuat sistem pertahanannya.