[original_title]

Jubir ESDM Tegaskan BBM Pertamax Tidak Sama dengan Solar

Syracusebroadband.org – Dwi Anggia, juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyatakan bahwa berita yang menyatakan dirinya menyamakan bahan bakar minyak nonsubsidi Pertamax dengan subsidi solar adalah hoaks. Pernyataan tersebut muncul di media sosial dan mengklaim bahwa Dwi mengatakan “Pertamax jadi Rp16.250 per liter. Ada solar yang murah, pakai itu saja. Sama-sama BBM kan?”.

Dwi Anggia menegaskan bahwa pernyataan itu tidak pernah diucapkannya dan merupakan penyalahgunaan gambar serta informasi. Dalam keterangan resminya di Jakarta pada Senin, 25 November 2025, ia meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di media sosial, serta menegaskan bahwa penyebar berita bohong harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Dalam hal harga bahan bakar, pada 10 Juni 2026, PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan harga pasar dan mekanisme evaluasi terkait harga minyak dunia. Meskipun harga Pertamax naik, Pertamina memastikan bahwa harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan solar masih Rp6.800 per liter.

Penyesuaian harga tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan dalam tata kelola energi dan memastikan pasokan yang stabil bagi masyarakat. Dalam konteks ini, pertanyaan mengenai perubahan perilaku konsumsi dari Pertamax ke Pertalite juga menjadi perhatian, meskipun hingga kini belum terjadi pergeseran besar. Kepatuhan terhadap kebijakan ini menjadi penting demi keberlangsungan bisnis dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Baca Juga  Pelatih Indonesia Berprestasi di Luar Negeri Pasca PBSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top