Syracusebroadband.org – Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, dipastikan tidak akan mengikuti Indonesia Open 2026, yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada 2–7 Juni 2026. Ketidakikutsertaan Ginting disebabkan oleh peringkat dunianya yang saat ini tidak memenuhi syarat untuk berkompetisi di turnamen berlevel BWF Super 1000 ini.
Kabar ini menjadi sorotan bagi banyak penggemar bulu tangkis di Indonesia, terutama bagi Ginting yang merasa antusias untuk tampil di hadapan publik tanah air. Keterbatasan Ginting dalam mengikuti turnamen bergengsi ini menambah deretan tantangan yang dihadapinya setelah sempat mengalami cedera.
Meski begitu, Ginting memilih untuk menerima keadaan ini dengan sikap positif. Dia menyatakan bahwa situasi sulit yang dihadapinya saat ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk masa depan. Ginting berkomitmen untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menghadapi rangkaian turnamen yang akan datang.
Dalam kesempatan sebelumnya, Ginting mengungkapkan bahwa setiap kali menjelang Indonesia Open, atmosfer yang ada di Istora selalu membuatnya bersemangat. “Pastinya sangat excited setiap mau main di situ,” ujarnya. Meskipun faktor kondisi saat ini membatasi langkahnya, Ginting bertekad untuk terus berjuang demi mengembalikan performa terbaiknya.
Kini, Ginting berada di peringkat 44 dunia, hasil dari perjuangannya yang masih berlangsung untuk pulih dari cedera. Kehilangan pengalaman bertanding pada ajang Indonesia Open tahun ini menjadi momen refleksi bagi Ginting untuk merencanakan strategi baru dalam menghadapi kompetisi yang akan datang.