[original_title]

Ekonom Serukan Reindustrialisasi Demi Perluasan Lapangan Kerja

Syracusebroadband.org – Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengajak pemerintah untuk mempercepat upaya reindustrialisasi, khususnya di sektor manufaktur. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas penciptaan lapangan kerja formal dan meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Yusuf, sektor manufaktur memiliki sejarah sebagai penyumbang utama pekerjaan formal, namun kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) mengalami penurunan signifikan selama dua dekade terakhir.

Dalam penjelasannya, yang disampaikan di Jakarta, ia menekankan pentingnya kebijakan industri yang lebih agresif untuk mendorong inovasi dalam manufaktur, terutama yang terintegrasi dengan teknologi modern dan rantai pasok global. Yusuf menggarisbawahi bahwa tantangan saat ini bukan hanya mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut dapat diiringi dengan penciptaan pekerjaan berkualitas.

Ia memperingatkan bahwa ketidakcukupan dalam penyerapan tenaga kerja bisa menimbulkan situasi di mana angka PDB terlihat positif, namun kesejahteraan pekerja justru tidak berkembang sesuai harapan. Sebagai tambahan, Yusuf menyoroti perlunya investasi dalam pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan industri masa kini.

Di sisi lain, ia mendorong pemerintah untuk mempercepat formalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih produktif, serta memberikan perlindungan lebih bagi tenaga kerja. Banyak pelaku UMKM yang berpotensi, namun terkendala dalam akses pembiayaan dan legalitas usaha. Menurut data Badan Pusat Statistik, kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB mengalami fluktuasi, mencatat 18,34 persen pada 2022 dan diperkirakan meningkat menjadi 19,07 persen pada 2025.

Reformasi dalam regulasi ketenagakerjaan juga dianggap penting untuk menciptakan keseimbangan antara fleksibilitas kebutuhan usaha dan perlindungan pekerja. Keseimbangan ini diharapkan dapat menarik investasi yang berkualitas, tanpa menciptakan persaingan yang merugikan bagi pekerja.

Baca Juga  PBNU Adakan Pleno Malam Ini untuk Penetapan Pengganti Gus Yahya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top