Syracusebroadband.org – Pendeta Johnnie Moore, seorang tokoh pro-Israel yang dikenal kontroversial, mendapat reaksi keras dari aktivis hak asasi manusia (HAM) di Washington DC. Insiden ini terjadi saat Moore, yang merupakan mantan kepala Yayasan “Kemanusiaan” Gaza, sedang menuju Gedung Putih untuk berdoa bagi mantan Presiden Donald Trump.
Aktivis HAM mengekspresikan ketidakpuasan mereka dengan meneriakkan kritik keras, menuduh Moore telah berkontribusi pada kematian anak-anak Palestina. “Berapa banyak anak yang kamu bunuh hari ini?” seru mereka, menyoroti pandangan negatif terhadap Moore yang dianggap mendukung kebijakan agresif terhadap warga Palestina.
Moore, yang merupakan seorang Zionis Kristen, memiliki pengaruh signifikan di kalangan evangelis Amerika dan juga jaringan sayap kanan politik Israel. Dalam perannya sebagai kepala Yayasan Kemanusiaan Gaza, Moore sering dikritik karena keterlibatannya dalam mempolitisasi bantuan kemanusiaan di Gaza. Yayasan ini, yang beroperasi dengan persetujuan Israel, pernah terlibat dalam kebijakan yang diangap mendukung pemindahan paksa warga Palestina.
Konteks penyampaian kritik terhadap Moore tidak hanya terbatas pada pendapat pribadi, tetapi juga terkait dengan dugaan pengaruhnya dalam memperkuat kolonialisasi dan perluasan pemukiman ilegal di wilayah tersebut. Aktivis memperingatkan bahwa kepemimpinannya dapat melemahkan upaya bantuan yang tulus dan memperparah situasi kemanusiaan di Gaza.
Aksi protes ini menandakan ketegangan yang mendalam dalam isu hak asasi manusia dan konflik Israel-Palestina, mencerminkan perpecahan yang terus berlangsung di masyarakat global mengenai kebijakan dan tindakan yang diambil terhadap warga Palestina.