Syracusebroadband.org – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan merilis daftar konsentrasi pemegang saham atau shareholders concentration list pada akhir Februari atau awal Maret 2026. Rencana ini diungkapkan oleh Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, setelah acara Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis lalu.
Jeffrey menjelaskan bahwa pengungkapan daftar tersebut merupakan bagian dari inisiatif untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal Indonesia. Daftar ini akan membantu investor dalam menilai kepemilikan saham dan memfasilitasi keputusan investasi mereka. “Investor dapat menentukan apakah akan melanjutkan investasinya atau mencari alternatif lain,” ujarnya.
Penggunaan shareholders concentration list diharapkan dapat membantu investor asing dan institusi dalam membuat keputusan yang lebih baik. Hal ini mirip dengan praktik yang telah diterapkan di Bursa Hong Kong. Jeffrey menambahkan, “Kami akan menerapkannya di bursa kita, sama seperti yang dilakukan di Hong Kong.”
Selain itu, BEI juga telah melakukan pertemuan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada tanggal 2 dan 11 Februari 2026, setelah publikasi mereka pada 28 Januari. Dalam pertemuan ini, BEI tidak hanya menyampaikan proposal kepada MSCI, tetapi juga kepada Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell.
Sebagai langkah lanjutan, BEI berkomitmen untuk memberikan informasi terbaru kepada publik mengenai progres reformasi integritas pasar modal yang sedang dilakukan. Dengan kebijakan ini, diharapkan BEI dapat memperkuat kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan pasar di Indonesia.