Kemenko: “Emas Bawah Bantal” Metafora Kepemilikan Masyarakat
Syracusebroadband.org – Pemerintah Indonesia menjelaskan istilah “emas di bawah bantal” yang merujuk pada potensi kepemilikan emas masyarakat sekitar 1.800 ton, dengan nilai sekitar 252 miliar dolar AS. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengungkapkan bahwa istilah ini merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi emas yang tersimpan secara pribadi di rumah-rumah masyarakat selama bertahun-tahun. Haryo…