Jadwal Lebaran 2026, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat | Nasional

Jadwal Lebaran 2026, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

14 Maret 2026 – Jadwal lebaran 2026 mulai menjadi perhatian masyarakat seiring mendekatnya akhir Ramadan. Di tingkat pemerintah, penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah masih menunggu sidang isbat yang dijadwalkan Kementerian Agama pada 19 Maret 2026. Namun, kalender resmi hari libur nasional sudah mencantumkan Hari Raya Idulfitri 1447 H pada 21–22 Maret 2026, sehingga publik kini memantau kemungkinan kepastian tanggal yang akan diumumkan pemerintah. Kemenag

Perbedaan acuan juga muncul dari Muhammadiyah. Melalui Kalender Hijriah Global Tunggal, organisasi itu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Sementara itu, pemerintah tetap memakai mekanisme hisab dan rukyat melalui sidang isbat sebagai dasar keputusan resmi yang berlaku nasional. Situasi ini membuat pembahasan soal Lebaran 2026 bukan hanya terkait tanggal ibadah, tetapi juga kesiapan layanan publik, transportasi, dan arus perjalanan masyarakat.

Kementerian Agama telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan dasar itu, rentang akhir Ramadan kini tinggal menunggu konfirmasi hilal untuk memastikan kapan umat Islam di Indonesia akan merayakan Idulfitri versi pemerintah. Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya menegaskan penetapan awal bulan hijriah dilakukan berdasarkan hasil hisab, rukyat, dan musyawarah yang melibatkan berbagai pihak.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai menyiapkan momentum mudik. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyebut potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang dan dapat menembus sekitar 155 juta orang. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini juga telah menyiapkan penyesuaian kerja ASN di sekitar masa libur dan cuti bersama. Kepastian tanggal Lebaran 2026 karena itu akan menjadi penentu penting bagi perencanaan mudik, layanan publik, dan aktivitas keluarga di berbagai daerah.

Baca Juga  Peningkatan Angka Pernikahan Nasional Diharapkan pada 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top