[original_title]

Indef: Pemilahan Sampah Penting untuk Penerapan PSEL

Syracusebroadband.org – Pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga hingga tempat penampungan sampah dianggap krusial untuk mendukung implementasi “Waste to Energy” (PSEL) di Indonesia. Eko Listiyanto, pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menyatakan bahwa keberhasilan PSEL sangat bergantung pada pemilahan jenis-jenis sampah, terutama dalam konteks keberlanjutan.

Dalam wawancara yang berlangsung pada Kamis di Jakarta, Eko menegaskan bahwa pemilahan sampah seharusnya menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat, mirip dengan di negara-negara maju. Dia menyarankan perlunya edukasi kepada masyarakat Indonesia mengenai cara memilah sampah dengan baik. “Proses ini penting dan seharusnya dimulai dari rumah tangga, agar pengolahan dalam PSEL benar-benar efektif,” tuturnya.

Melihat potensi masalah lingkungan terkait penumpukan sampah harian yang mencapai 1.000 ton, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa proyek PSEL akan segera diluncurkan. Dengan mengolah sampah yang tidak dapat didaur ulang menjadi energi, diharapkan PSEL dapat mengurangi dampak lingkungan serta risiko kesehatan masyarakat akibat akumulasi sampah.

PSEL memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan energi, termasuk panas, listrik, atau bahan bakar alternatif dari sampah. Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi konvensional seperti batu bara. Menurut Peraturan Presiden RI Nomor 109 Tahun 2025, sampah yang diolah dalam PSEL mencakup sampah rumah tangga dan jenis-jenis lainnya yang dihasilkan dari aktivitas domestik.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan implementasi PSEL tidak hanya membantu mengatasi masalah limbah, tetapi juga memberikan solusi energi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca Juga  Garuda Muda U-16 Menang 4-2 atas Myanmar di Piala AFF Futsal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top