Syracusebroadband.org – Harga patokan ekspor (HPE) untuk komoditas konsentrat tembaga dan emas mengalami kenaikan signifikan menyusul tingginya permintaan global. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan, HPE konsentrat tembaga untuk periode pertama Februari 2026 ditetapkan sebesar 6.422,91 dolar AS per Wet Metrik Ton (WMT), meningkat 4,73% dibanding periode kedua Januari 2026 yang sebesar 6.133,11 dolar AS per WMT.
Selain itu, HPE emas juga turut naik menjadi 148.818,84 dolar AS per kilogram. Ini merupakan kenaikan dari periode kedua Januari yang tercatat 141.972,92 dolar AS per kilogram. Sementara itu, harga referensi emas meningkat menjadi 4.628,79 dolar AS per troy ounce, naik dari 4.415,85 dolar AS per troy ounce.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa peningkatan permintaan global dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan ekspektasi suku bunga dan kebijakan moneter negara maju. Selain itu, sektor perhiasan dan industri juga menunjukkan permintaan tinggi terhadap emas fisik.
Kenaikan HPE konsentrat tembaga dipicu oleh tingginya permintaan dari industri energi terbarukan dan kendaraan listrik. Namun, kendala pasokan akibat gangguan produksi di tambang-tambang besar dunia berkontribusi pada harga yang lebih tinggi.
Melalui Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 68 Tahun 2026, yang berlaku dari 1 hingga 14 Februari 2026, HPE dan harga referensi ditentukan melalui analisis data dari London Metal Exchange (LME) dan London Bullion Market Association (LBMA), dengan masukan dari beberapa kementerian terkait. Peningkatan harga ini mencerminkan perubahan dalam pasar global serta adaptnya industri terhadap tren ekonomi saat ini.