[original_title]

F-35C: Jet Siluman yang Sanggup Atasi Pertahanan Udara Iran

Syracusebroadband.org – Dalam eskalasi militer terkini di wilayah udara Iran, jet tempur generasi kelima Amerika Serikat, F-35C Lightning II, memainkan peran penting. Memasuki minggu kedua Maret 2026, pesawat ini dilaporkan telah menghantam lebih dari 1.700 target strategis, termasuk pusat komando Korps Penjaga Revolusi Islam (IRGC) dan fasilitas nuklir di Isfahan dan Tabriz. Operasi tersebut dilaksanakan dari atas kapal induk USS Abraham Lincoln, yang menunjukkan kapabilitas yang luar biasa dari F-35C dalam konflik ini.

F-35C merupakan varian Carrier Variant (CV) yang dirancang untuk beroperasi dari kapal induk, memiliki sayap lebih lebar dan struktur yang lebih kuat dibandingkan dengan varian lainnya. Dengan kecepatan maksimum mencapai Mach 1.6 dan radius tempur lebih dari 600 nautical miles, pesawat ini mampu membawa beban senjata hingga 18.000 lbs.

Dalam pertempuran ini, F-35C berfungsi tidak hanya sebagai penyerang, tetapi juga sebagai platform informasi, berbagi data radar secara real-time dengan kapal perusak seperti USS Spruance dan jet F/A-18 Super Hornet. Keunggulan teknologi stealth membuat F-35C sulit terdeteksi oleh sistem pertahanan udara Iran seperti S-300 dan Bavar-373, memungkinkan serangan mendalam tanpa ancaman yang signifikan.

Salah satu momen bersejarah terjadi pada 4 Maret 2026, ketika F-35I Adir milik Israel menembak jatuh jet tempur Iran, Yakovlev Yak-130, di atas Teheran. Ini menjadi catatan penting pertama kalinya jet siluman F-35 mengalahkan pesawat musuh dalam sebuah pertempuran. Hingga saat ini, F-35C masih digunakan untuk serangan presisi menggunakan bom JDAM setelah fase awal penghancuran radar lawan selesai dilakukan.

Baca Juga  Impor Barang Modal Naik 17,94 Persen pada Awal 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top