Syracusebroadband.org – Ekonom Mohammad Faisal menegaskan pentingnya bantuan tunai bagi korban banjir di Aceh dan Sumatera. Dalam situasi darurat seperti ini, bantuan tunai, yang direncanakan sebesar Rp5 juta per keluarga, menjadi fokus utama untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat yang terimbas bencana.
Menurut Faisal, yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, bantuan tunai akan membantu masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat terkendala akses pekerjaan setelah bencana. “Bencana besar seperti ini tidak bisa dipulihkan dengan cepat, sehingga bantuan tunai dan barang perlu diprioritaskan,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa meski bantuan sebesar itu tidak cukup untuk pemulihan menyeluruh, tetap krusial dalam fase tanggap darurat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan dan kebutuhan rumah tangga di tengah keterbatasan akses kerja.
Lebih lanjut, Faisal menekankan pentingnya penyaluran bantuan yang tepat sasaran dan merata kepada masyarakat terdampak. Ia menyarankan agar pemerintah juga menyalurkan bantuan barang dalam jumlah besar, baik melalui pengumpulan dari daerah maupun distribusi langsung.
Setelah tahap tanggap darurat, perhatian perlu beralih ke program pemulihan yang fokus pada perbaikan infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat terdampak. Penciptaan peluang kerja, baik di daerah bencana maupun di luar, serta penempatan sebagai pekerja migran, dianggap sebagai langkah esensial untuk memberikan penghasilan berkelanjutan bagi korban.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga mengonfirmasi bahwa korban banjir di Sumatera akan menerima bantuan tunai tersebut, yang akan disalurkan berdasarkan data yang disahkan pemerintah daerah berserta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).